Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-18 03:51:06【Sehat】111 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(4)
Sebelumnya: SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG
Selanjutnya: Tips aman dan nyaman menonton konser
Artikel Terkait
- Dari Qatar ke Cinere, Brian pilih memasak MBG demi senyum anak
- Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar
- 526 rumah di Pandeglang terdampak banjir luapan sungai Ciliman
- Mendagri: Inflasi YoY Oktober masih aman di angka 2,86 persen
- Baru tiga SPPG kantongi SLHS, Pemprov DIY ungkap kendalanya
- Kiat menghindari penyakit semasa banjir
- Makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menambah tinggi badan
- BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi
- Kalteng pastikan dukungan penuh keberlangsungan program Sekolah Rakyat
- Cukup tidur membantu anak terhindar dari influenza saat cuaca ekstrem
Resep Populer
Rekomendasi

Laba bersih PalmCo tumbuh 84 persen jadi Rp3,48 T di kuartal III

BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan

IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik

Sari Murni Group investasi di Vietnam perkuat ekspansi ke pasar global

Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG

CORE: Jelang Natal, pasokan

Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG

Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG